Pulau Kabaena terletak disebelah tenggara Sulawesi. Tanahnya sangat subur dan berbukit-bukit terdiri dari Tanah liat bercampur tanah merah, sementara pantainya umumnya landai; sebahagian berumput, sebahagian lagi berbatu hitam.
Pada abad ke 17 wilayah ini masih dipimpin oleh Tiga orang raja yang bernama MOKOLE. Menurut cerita, pulau kabaena ini sudah lama dikenal para pelaut sejak berabad-abad yang lalu karena menjadi tempat persinggahan untuk mengambil air tawar yang cukup banyak tersedia dipulau itu. Menurut legenda lebih lanjut, nama “Kabaena” diberikan kepada pulau itu, karena padi ladangnya yang banyak
Di Pulau Kabaena terdapat banyak tempat wisata, misalnya makam raja Mokole Pu'u Roda, Mokole Daidama ,dll. Pulau Kabaena juga memiliki pemandangan alam yang indah, baik dipantai maupun di bukit-bukit. Anda bisa pula menyaksikan perkampungan tradisional penduduk, Balai Adat, dan atraksi kesenian.
Salahsatu yang sangat terkenal adalah Batu sangia yang dikeramatkan oleh pendduduknya. batu Sangia ini terletak di sebelah desa tangkeno, kira-kira 12 KM dari Teomokole.
Pulau Sagori
Pulau ini memiliki pasir putih dan ditumbuhi oleh sejumlah pohon pinus serta dihuni oleh masyarakat suku Bajo. Di Pulau ini wisatawan bisa menikmati keindahan terbit dan tenggelamnya matahari. Pulau ini terletak di Kecamatan Kabaena dan dapat dicapai dengan menggunakan speed boat sekitar 4 jam kearah barat dari Kota Bau-Bau.
Gua Watutuburi
Obyek wisata ini terletak di Desa Lengora Kecamatan Kabaena Timur. Obyek Wisata ini dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat, dengan jarak ± 25 km dari Ibukota Kecamatan. Keunikan/daya tarik gua ini adalah ditemukannya tempat bertapa. Dan juga pada gua ini terdapat mata air yang sebagian masyarakat meyakini air tersebut dapat memberikan khasiat.
Tari Lumense
Lumense berasal dari kata Lume yang berarti terbang dan Mense yang berarti itinggi, jadi Lumense berarti terbang tinggi. Tarian ini berasal dari Kecamatan Kabaena Kabupaten Bombana. Makna dari tarian ini adalah pemujaan pada sang Dewa. Tarian ini dipersembahkan pada upacara penyambutan tamu pesta-pesta rakyat di Kabupaten Kabaena.
